UAS Dasar Penulisan Multi Media ― Artikel
File: UAS
Mata Kuliah: Dasar Penulisan
Multimedia
Kelas: C
Nama: Ali Rozi Afif
NPM: 210104200065
Isi:
Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia
Membaca merupakan suatu kegiatan yang
dapat kita lakukan sejak usia dini, namun masih banyak yang menganggap bahwa membaca
bukan merupakan suatu kebiasaan. Sedikit dari kita yang mampu mengerti dan
mengambil kesimpulan dari apa yang telah dibaca. Padahal, membaca merupakan
kegiatan yang memiliki banyak manfaat.
Indonesia merupakan negara dengan minat
baca rendah. Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia dibuktikan oleh UNESO
mencatat bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya mencapai 0,001 dengan
urutan ke-69 dari 127 negara. Dapat dikatakan bahwa, dari setiap 1.000 orang,
hanya ada satu orang yang punya minat membaca, dengan rata-rata masyarakat
membaca nol sampai satu buku per tahun. Ini merupakan suatu hal yang harus
menjadi perhatian karena membaca merupakan salah satu modal dalam menghadapi
era modern atau globalisasi.
Masyarakat Indonesia lebih memilih
untuk berselancar di internet atau menonton televisi dibandingkan membaca buku.
Padahal informasi yang beredar dalam televisi dan internet kebanyakan merupakan
informasi tidak utuh yang berupa kesimpulan atau bagian akhirnya saja.
Informasi yang beredar di internet saat ini marak yang bersifat clickbait
yang bertujuan agar para pembaca penasaran dengan isi berita meskipun isinya
tidak akurat.
Akses buku merupakan salah satu faktor
yang berpengaruh dalam minat membaca. Buku yang beredar sangat mempengaruhi
ketertarikan orang untuk membaca buku, namun buku yang beredar masih sangat
terbatas di pasaran. Jumlah terbitnya buku dari tahun ke tahun masih tergolong
rendah. Kurang lebih terdapat 30.000 judul buku yang diterbitkan setiap
tahunnya di Indonesia berdasarkan pengajuan ISBN (International Standard
Book Number) di Perpusnas.
Akses perpustakaan merupakan faktor
lain yang mempengaruhi minat membaca. Masih banyak perpustakaan yang tidak
layak dengan menyediakan buku dalam koleksi yang terbatas. Pada perpustakaan
sekolah misalnya, sekolah hanya menyediakan buku yang menjadi bahan belajar,
padahal seharusnya mereka menyediakan juga buku dalam berbagai kategori seperti
novel, komik, ensiklopedia, dan lain-lain. Dengan lengkapnya koleksi buku yang
terdapat di perpustakaan menjadikan banyak orang tertarik untuk berkunjung ke
perpustakaan dan membaca.
Daya beli masyarakat terhadap buku memiliki
pengaruh dalam rendahnya minat membaca. Indonesia merupakan negara berkembang
dengan rata-rata penghasilan masyatakat yang cenderung rendah menjadi
penghalang untuk membeli buku karena penghasilan hidup seseorang sudah habis
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kesadaran masyarakat terhadap buku masih
rendah menjadikan masyarakat ekonomi kelas menengah atas pun berpikir bahwa
buku bukan merupakan hal penting.
Untuk meningkatkan minat baca di
Indonesia dapat dilakukan dengan membiasakan membaca dari sejak dini,
menjadikan membaca suatu kebiasaan bukan sebagai kebisaan. Dengan membaca
sebagai kebiasaan dapat membuat hal tersebut menjadi turun menurun yang
menjadikan membaca sebagai budaya. Pemerintah seharusnya lebih membantu
masyarakat agar lebih mudah dalam mengakses perpustakaan sesuai dengan Pasal 5 UU
Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Akses dan kebiasaan membaca merupakan
dua hal yang berpotensi dalam meningkatkan minat baca. Akses terhadap buku
dalam berbagai kategori menjadikan semakin banyak orang tertarik untuk membaca.
Kebiasaan dalam membaca dalam masyarakat yang turun-menurun menjadikan membaca
sebagai budaya.
Refrensi
Wahyuni, Sri. 2009. Menumbuhkembangkan Minat Baca Menuju Masyarakat Literat. Diambil dari https://journal.uny.ac.id/index.php/diksi/article/viewFile/6617/5677
Gramedia. 18
Juli 2018. 5 Penyebab Kurangnya Minat Baca di Indonesia. Diambil dari https://www.gramedia.com/blog/5-penyebab-kurangnya-minat-baca-di-indonesia/#gref
SINDO News. 2
Oktober 2019. Tingkat Baca Indonesia Masih Rendah, Sri Mulyani Gencarkan Literasi.
Diambil dari https://ekbis.sindonews.com/berita/1444945/33/tingkat-baca-indonesia-masih-rendah-sri-mulyani-gencarkan-literasi

Komentar
Posting Komentar